gerbang aksara
another otherArchive for February, 2007
daripada
ingin berlalu pergi
dari senyum
dari tawa
dari asa
dari doa
dari segala sesuatu yang memiliki hidup
ingin jatuh cinta lagi
pada luka
pada tangis
pada perih
pada benci
pada segala sesuatu yang meranggas
dan ingin selalu lagi
dari hati yang tak terketuk
dari cerita yang seharusnya tak pernah ada
pada yang memiliki detak
pada yang tidak pernah berhenti
daripada diam
daripada membatin
daripada berceloteh
daripada menghakimi
mata angin
aku pergi ke timur
menjemput matahari lebih dini
melihat ranting mentari menerpa rindang pohon
aku berjalan ke barat
bercengkrama dengan matahari senja lebih lama
melihat siluet diri terpaku terpesona
ke utara aku beranjak
menemukan dingin yang hangat
keramahan yang mendamaikan
di selatan ku melihat
cahaya merembes menekuri dinding penantian
membuatku terus-menerus bertahan untuk ada
sekarang aku
mengeja ingatan yang melapuk
menjalankan ziarah dalam tiap sujud kecilku
bertanya akankah terus perjalanan berlangsung
kapan aku akan Kau sudahi dari menikmati keagunganMu?
aku harap belum
semoga tak ada yang salah dengan sepotong harapan
wangi sepi
aku tidak mengenal wangi ini
atau mungkin aku terlalu mengenalnya
sehingga yang kurasa hanya biasa
wangi ini mengikutiku selayaknya aku adalah ibu sumbernya
wangi lembut teman hati kala sunyi
sekilas tersapu bayu tapi terkait di ujung indra
tetap di situ, tidak beranjak pergi
menunggu waktu menjemput penat
ini wangi sepi
yang dulu sering aku lesap aromanya
menemani jarum hati yang mengalir lewat mata
di batas senja yang kali ini tidak jingga