gerbang aksara
another otherArchive for March, 2007
apalah aku untukmu, Semesta?
apalah aku untukmu, Bumi?
anginkah untuk menyapu peluh kala penat?
airkah untuk memuaskan dahaga kala kerontang?
apalah aku untukmu, Bumi?
sebuah siluet yang segera memudar oleh waktu
selarik garis yang kelak menjadi titik, karena arah sedang berbalik memusuhi
apalah aku untukmu, Bumi?
terpagut aku pada kenangan
tertohok aku pada asa
apalah aku untukmu, Bumi?
aku hanya jiwa lelah
yang ingin berlabuh dalam lelap yang damai
apalah aku untukmu, Semesta?
bila
ada yang melintas
entah di otak atau di hati
ketidakpedulian menopang bimbang
kepingan yang telah runtuh dan menjadi kepingan lagi
aku hanya ingin rasa itu
tapi di luar masih hujan
bahkan kabut sedang bermain di pucuk pinus
kelabu itu sempat aku genggam dan kukemasi
aku rasa memang belum waktunya..
menemukanmu [?]
aku menemukanmu lagi
di antara reruntuhan penatku
aku menemukanmu lagi
dan aku berbahagia atas itu
benarkah aku menemukanmu?