gerbang aksara

another other

Archive for uncategorized

apalah aku untukmu, Semesta?

apalah aku untukmu, Bumi?
anginkah untuk menyapu peluh kala penat?
airkah untuk memuaskan dahaga kala kerontang?

apalah aku untukmu, Bumi?
sebuah siluet yang segera memudar oleh waktu
selarik garis yang kelak menjadi titik, karena arah sedang berbalik memusuhi

apalah aku untukmu, Bumi?
terpagut aku pada kenangan
tertohok aku pada asa

apalah aku untukmu, Bumi?
aku hanya jiwa lelah
yang ingin berlabuh dalam lelap yang damai

apalah aku untukmu, Semesta?

daripada

ingin berlalu pergi
dari senyum
dari tawa
dari asa
dari doa
dari segala sesuatu yang memiliki hidup

ingin jatuh cinta lagi
pada luka
pada tangis
pada perih
pada benci
pada segala sesuatu yang meranggas

dan ingin selalu lagi
dari hati yang tak terketuk
dari cerita yang seharusnya tak pernah ada
pada yang memiliki detak
pada yang tidak pernah berhenti

daripada diam
daripada membatin
daripada berceloteh
daripada menghakimi

wangi sepi

aku tidak mengenal wangi ini
atau mungkin aku terlalu mengenalnya
sehingga yang kurasa hanya biasa
wangi ini mengikutiku selayaknya aku adalah ibu sumbernya

wangi lembut teman hati kala sunyi
sekilas tersapu bayu tapi terkait di ujung indra
tetap di situ, tidak beranjak pergi
menunggu waktu menjemput penat

ini wangi sepi
yang dulu sering aku lesap aromanya
menemani jarum hati yang mengalir lewat mata
di batas senja yang kali ini tidak jingga

Older entries »