gerbang aksara

another other

ENTAH

seperti puzzle yang belum selesai dimainkan
itulah aku..
masih banyak terdapat lubang-lubang
mungkin tetap akan berlubang tanpa diisi
mungkin tetap akan berlubang karena tak harus diisi
mungkin juga itu adalah bagian-bagian yang tak akan pernah kupahami
sampai kapanpun

aku tetap entah..

tak apa, bukan?
pemahaman tentang jiwa
melengkapi diri
menggenapkan kekurangan
meski dengan pemikiran sendiri..

entah aku tetap..

hidupku hanya sederhana
hari ini berlalu lagi
kukhatamkan doaku, karena Tuhan tidak dibutuhkan pada saat aman

cerita esok akan lain lagi
entah..

daripada

ingin berlalu pergi
dari senyum
dari tawa
dari asa
dari doa
dari segala sesuatu yang memiliki hidup

ingin jatuh cinta lagi
pada luka
pada tangis
pada perih
pada benci
pada segala sesuatu yang meranggas

dan ingin selalu lagi
dari hati yang tak terketuk
dari cerita yang seharusnya tak pernah ada
pada yang memiliki detak
pada yang tidak pernah berhenti

daripada diam
daripada membatin
daripada berceloteh
daripada menghakimi

mata angin

aku pergi ke timur
menjemput matahari lebih dini
melihat ranting mentari menerpa rindang pohon
aku berjalan ke barat
bercengkrama dengan matahari senja lebih lama
melihat siluet diri terpaku terpesona
ke utara aku beranjak
menemukan dingin yang hangat
keramahan yang mendamaikan
di selatan ku melihat
cahaya merembes menekuri dinding penantian
membuatku terus-menerus bertahan untuk ada
 
sekarang aku
mengeja ingatan yang melapuk
menjalankan ziarah dalam tiap sujud kecilku
bertanya akankah terus perjalanan berlangsung
kapan aku akan Kau sudahi dari menikmati keagunganMu?
 
aku harap belum
semoga tak ada yang salah dengan sepotong harapan

« Newer entries · Older entries »